Kembali ke Beranda
Naskah Khutbah Jumat 23 September 2026

Islam dan Menjaga Kesucian dan kebersihan

Islam dan Menjaga Kesucian dan kebersihan

Islam dan Menjaga Kesucian dan kebersihan
(Dr. H. Muhammad Fikri, MA)
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰه الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلٰهَ إِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْد
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Pertama tama Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas limphan Karunia yang diberikan kepada kita semua sehingga hari ini kita dapat menjalankan kewajiban mingguan kita menjalankan Sholat Jum’at.
Dan Di hari yang mulia ini, Khatib juga mengajak dan menyeru kepada diri Khatib pribadi, juga pada jamaah sekalian agar senantiasa menjaga serta meningkatkan takwa kita kepada Allah dengan penuh penghambaan, takwa yang hakiki, yaitu menjauhi segala larangan Allah subhânahu wa ta’âla dan menjalankan perintah-Nya.

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah
Kita menyaksikan berbagai musibah dan bencana alam beruntun melanda negeri kita. Banjir bandang merendam permukiman, tanah longsor menimbun rumah-rumah warga, hingga munculnya berbagai wabah penyakit dan pencemaran air bersih.
Sering kali kita menyalahkan cuaca ekstrem atau takdir alam semata. Padahal, jika diselidiki lebih jauh, berbagai musibah tersebut dipicu oleh ulah dan perilaku manusia sendiri yang mengabaikan kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sampah plastik dibuang sembarangan hingga menyumbat saluran air, sungai dijadikan tempat pembuangan limbah beracun, pekarangan rumah dibiarkan kotor bergenang air menjadi sarang penyakit, hingga hutan ditebang liar tanpa memikirkan dampaknya.
Al-Qur'an secara tegas telah memperingatkan kita dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Begitu pula firman Allah dalam Surah Asy-Syura ayat 30:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Artinya: “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Ayat-ayat ini menjadi peringatan keras bagi kita semua: Musibah banjir, penyakit, dan bencana lingkungan bukanlah hal yang terjadi tanpa sebab, melainkan buah manis dari ketaatan atau buah pahit dari kelalaian manusia dalam menjaga kebersihan bumi.

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah
Lantas, bagaimana Islam memandang Kebersihan dan Kesucian ?
Dalam pandangan Islam kebersihan dan Kesucian disebut dengan istilah Thoharoh, namun kebersihan bukan sekadar etika sosial atau pola hidup sehat semata, melainkan bagian inti dari keimanan dan pondasi peribadahan.
1. Kesucian adalah Syarat Utama Diterimanya Ibadah
Dalam ibadah shalat, Islam menetapkan bersuci (thaharah) sebagai syarat sahnya shalat. Tubuh, pakaian, dan tempat shalat kita wajib bersih dari najis dan kotoran.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma'idah ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.”
2. Kebersihan adalah Cermin Keimanan dan Kedekatan dengan Allah
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Malik Al-Asy'ari (Shahih Muslim):
الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ
Artinya: “Kesucian adalah setengah dari keيمanan.”
Keimanan seseorang belum sempurna jika ia hanya rajin beribadah ritual tetapi membiarkan dirinya dan lingkungannya kotor. Bahkan, orang yang bersuci dan memelihara kebersihan akan mendapatkan cinta Allah SWT:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat, dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

Ayat ini menggabungkan dua dimensi kebersihan: kebersihan rohani (bersih hati dari syirik, dengki, dan sombong lewat tobat) serta kebersihan jasmani (bersih badan, pakaian, tempat tinggal, dan lingkungan dari kotoran).

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah
3. Menjaga Kebersihan Lingkungan adalah Sunnah dan Pencegah Musibah
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam menjaga kebersihan. Beliau rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, memotong kuku, bersiwak, serta mandi.

Tidak hanya kebersihan diri, Rasulullah SAW sangat peduli pada kebersihan lingkungan. Beliau secara khusus memerintahkan kita menjaga kebersihan pekarangan rumah dan melarang mengotori tempat-tempat umum atau sumber air.
Dalam riwayat Imam At-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:
طَهِّرُوا أَفْنِيَتَكُمْ
Artinya: “Bersihkanlah pekarangan-pekarangan rumah kalian.”

Rasulullah SAW juga melarang kita merusak atau mencemari air yang tenang/mengalir, karena dari sanalah wabah penyakit dan musibah lingkungan bersumber.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Melihat fenomena musibah bencana alam dan penyakit yang marak terjadi saat ini, marilah kita bermuhasabah (introspeksi diri). Jangan biarkan perilaku kita membuang sampah sembarangan, merusak alam, dan mengabaikan kebersihan menjadi pemicu datangnya musibah bagi keluarga dan masyarakat kita, bahkan keabsahan sholat atau ibadah kita sangat bergantung kepada kebersihan dan Kesucian.
Jadikan kebersihan sebagai gaya hidup (lifestyle) dan bentuk ibadah kita kepada Allah SWT. Ingatlah kaidah fikih yang sangat terkenal:

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ
Artinya: “Mencegah dan menolak kerusakan (seperti banjir dan penyakit) harus lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan.”

Semoga Allah SWT melindungi negeri kita dari segala bencana dan musibah, serta membimbing kita menjadi hamba-hamba-Nya yang senantiasa menyucikan diri dan menjaga kelestarian bumi.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ ،اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Bagikan naskah ini kepada jamaah atau rekan lainnya.