23 Sep 2026
Pesantren Garda Terdepan Kemajuan Daerah: FKSPP Lombok Timur Satukan Langkah dengan Pemda dan Kemenag Demi Lingkungan Belajar yang Aman
Pesantren Garda Terdepan Kemajuan Daerah: FKSPP Lombok Timur Satukan Langkah dengan Pemda dan Kemenag Demi Lingkungan Belajar yang Aman
Lombok Timur — Ada energi dan semangat kebersamaan yang luar biasa di Lombok Timur. Sebanyak lebih dari 500 peserta—yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren se-Lombok Timur, kepala madrasah, hingga kepala KUA—tumpah ruah dalam acara Silaturahmi dan Konsolidasi FKSPP Bersama Pemda Lombok Timur dan Kementerian Agama Provinsi NTB.
Bukan sekadar ajang temu kangen biasa, forum ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat benteng pertahanan lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam upaya serius melakukan pembinaan serta pencegahan kekerasan dan bullying di lingkungan pesantren.
Acara yang berlangsung khidmat namun interaktif ini dipandu dengan apik oleh Sekretaris FKSPP, Ust. Saparudin, yang bertindak sebagai moderator pengarah jalannya diskusi bersama para narasumber penting.
Pesantren sebagai Jantung Kemajuan Daerah
Dalam pidatonya yang sarat makna, Ketua FKSPP Lombok Timur, Dr. H. Muhammad Fikri, M.A., menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa dilepaskan dari peran besar lembaga pendidikan keagamaan.
> "Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, dan Pondok Pesantren adalah harga mati. Tonggak utama kemajuan Lombok Timur salah satunya lahir dari rahim pondok pesantren," tegas Dr. H. Muhammad Fikri, M.A., di hadapan ratusan peserta.
>
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Lombok Timur, Drs. H. Khairul Warisin, atas komitmen nyata yang dibuktikan langsung melalui penerbitan SK resmi bagi FKSPP Lombok Timur.
Dukungan tersebut disambut hangat oleh Pemda. Mewakili Bupati Lombok Timur, Sekda Drs. Juaini Taofik, menekankan bahwa pembangunan daerah mustahil tercapai tanpa adanya sinergi. Terlebih, menjaga eksistensi dan marwah pondok pesantren adalah tanggung jawab bersama yang harus dipikul bergandengan tangan.
Dihadiri Lintas Pimpinan dan Tokoh Penting
Pertemuan akbar ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan strategis di tingkat kabupaten maupun provinsi, di antaranya:
* Sekda Lombok Timur, Drs. Juaini Taofik (mewakili Bupati).
* Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi.
* Kepala Dinas Sosial serta jajaran DP3AKB Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur.
* Pihak Kementerian Agama Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur.
* Kapolres Lombok Timur.
Menjawab Tantangan Zaman dan Menepis Isu Strategis
Bagian paling dinamis dalam acara ini adalah sesi pembinaan lintas sektor yang menghadirkan narasumber dari LPA (Joko Jumadi), Kapolres Lombok Timur, Dinas Sosial, DP3AKB, dan Kementerian Agama.
Dipimpin oleh Ust. Saparudin, sesi ini mengupas tuntas bagaimana pesantren hari ini harus berdiri sebagai ruang yang aman, inklusif, dan ramah anak. Para narasumber membedah strategi taktis dalam menghadapi tantangan zaman, menepis berbagai isu miring yang kerap menyerang dunia pesantren, serta merumuskan langkah preventif demi melindungi masa depan para santri dari segala bentuk kekerasan.
Melalui konsolidasi ini, Lombok Timur membuktikan bahwa sinergi ulama, umara, dan lembaga perlindungan anak adalah kunci utama melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berakhlak mulia, dan terlindungi dengan baik.